Rabu, 09 Desember 2015

Ternak Ayam Hutan



Ayam hutan  merupakan unggas pesisir dan lembah-lembah yang hidup bergerombol di tepian hutan. Di siang hari, ayam ini biasa berkeliaran di rerumputan yang berbatu-batu, bersemak atau pepohonan perdu dan tidak jarang berkeliaran di dekat perkampungan terutama di persawahan atau ladang, di antara rumpun-rumpun bambu serta di antara semak-semak belukar. Setelah matahari terbenam ayam ini tidur sambil bertengger di atas dahan pepohonan. Walupun lebih menyukai iklim yang panas dan kering, namun kadang-kadang dapat ditemukan juga di tepi hutan pegunungan sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut.
Secara umum kehidupan sosial ayam hutan hijau terbagi menjadi dua tipe, yaitu golongan soliter dan golongan yang membentuk kelompok. Golongan yang membentuk kelompok umumnya terdiri dari dua sampai sepuluh individu berbeda dengan ayam hutan lainnya bersifat monogamy.
Musim bertelur ayam hutan sangat beragam, namun biasanya telur banyak ditemukan pada bulan Juni sampai Nopember . Telur yang dihasilkan tiap satu periode 6 - 12 butir  yang diletakkan pada sarang terdiri dari ranting, daun-daun dan rerumputan yang disusun di atas tanah di bawah semaksemak atau pohon yang tidak terlalu tinggi. Makanan ayam hutan hijau adalah biji -bijian, rumput-rumputan, serangga, binatang kecil lainnya layaknya seperti ayam lainnya. Aktivitas makan ayam  dilakukan pada pagi hari sampai pukul 07.30 dan sore hari sekitar pukul 15.30 sampai menjelang matahari terbenam.
Untuk melihat perbedaan dari  ayam ini kita bisa melihat dari ukuran maupun warna pada bulu ayam ini.Ayam jantan mempunyai bulu badan berwarna dasar hitam dengan diselimuti bulu-bulu berwarna hijau mengkilap seperti sisik pada sayap dan berujung merah kekuning-kuningan bergaris hitam pada daerah punggung. Bulu leher bulatbulat kecil, berujung tumpul dan pendek, warnanya kekuning-kuningan bersisik hijau mengkilap. Jengger besar, bundar tak bergerigi, berwarna pelangi. Pial tunggal terletak di antara kedua tulang rahang, berukuran besar dan berwarna pelangi. Cuping telinga berukuran kecil, warnanya pelangi juga. Bulu ekor sebanyak 16 helai berwarna hitam mengkilap. Kaki kecil dan kuat, bersisik kecilkecil teratur rapat, warnanya coklat tua. Ayam betina mempunyai bulu dada dan bulu badan bagian bawah berwarna coklat pucat. Bulu pada sayap, punggung dan ekor warnanya coklat tua berujung kuning dan bergaris-garis hitam. Bulu ekor meruncing pada ujungnya. Jengger ukurannya kecil, warnanya merah pucat dengan gerigi kecil-kecil. Memiliki pial sepasang berukuran kecil berwarna merah segar. Kaki berwarna coklat pucat sedikit kehijau-hijauan, sisik-sisik halus dan rapat. Telur berukuran kecil, warnanya putih kekuning-kuningan.

Untuk kedepannya ayam hutan akan menjadi ayam yang memiliki harga yang cukup fantastis karna apa ,karna hewan ini sudah susah untuk di temui di hutan selain itu populasi hewan ini semakin sedikit maka dari itu dalam artikel ini saya akam mengajak pembaca artikel ini untuk membudidayakan ayam hutan .

Ayam hutan sebenarnya mudah untuk di kembangkan akan tetapi hewan ini yang susah untuk di kembangkan karna hewan ini lebih baik hidup liar di bandingkan dengan hidup di kurung di kandang,untuk berternak hewan ini hal yang paling utama yang terdapat pada peternak adalah ketelatenan karna saat berternak hewan ini sungguh membuat perternaknya kualahan.berikut cara berternak ayam hutan.
Hal pertama yang perlu di lakukan dalam berternak ayam ini adalah .

1.Tempat Atau Kandang.
Dalam membudidayakan hewan ini di perlukan tempat karna kita ingin bertujuan untuk mengembangbiakanya selain itu utuk mengembang biakanya di butuhkan tepat untuk bertelur ataupun tempat untuk kawin ayam atau tempat pembesaran anak ayam hutan.

2.Bibit Ayam.
Dalam pemilihan bibit ayam hutan yang baik unutk di kembangkan saya memiliki ciri sebagai berikut
JANTAN
  • Tubuh lebih besar di bandingkan dengan tubuh betina
  • Warna pada pejantan biasanya lebih mencolok cerah dengan kesehatan yang di miliki ayam jantan
  • Ayam jantan tidak boleh memiliki kecacatan sedikitpun pada organ tubuh ayam
BETINA.
  • Ukuran pada betina biasanya lebih kecil di bandingkan dengan pejantan.
  • Warna pada bulu betina lebih kusam di bandingkan dengan warna jantan.
  • Ayam betina tidak boleh memiliki kecacatan sedikitpun pada organ tubuh ayam.
3.Perawatan.
Untuk perwatan ayam ini tidak terlalu sulit sama halnya dengan jenis ayam yang lain tidak terlalu susah akan tetapi tetap memiliki perbedaan yaitu perawatanya lebih intensif di bandingkan dengan perawatan ayam lainya.Karna ayam ini rentan mati apabila tidak di rawat dengan serius ,seperti menjaga pola makan dengan memberikan makanan yang baik untuk ayam ini contoh yaitu jagung dan biji-biji lainya.

Sekian tips dari saya untuk perawatan atau informasi tentang ayam hutan .saya harap siapa saja yang membaca blog ini mampu untuk membudidayakan hewan ini dengan baik dan tidak ada kesalahan sedikitpun unutk membudidayakanya.Selain itu untuk para pembudidaya hewan  ayam ini berarti sudah membantu indonesian unutk menjaga kelestarian hewan ini yang hampir puna .

Selasa, 08 Desember 2015

Ternak Ayam Cemani

 


                                        AYAM CEMANI



 Ayam cemani  adalah ayam lokal orisinil nan berasal dari Kedu, Temanggung Jawa Tengah. Cemani berasal dari bahasa Sanskerta nan artinya berwarna hitam. Memang inilah karakteristik primer nan dimiliki dari binatang unggas ini. Hampir semua bagian dari tubuhnya berwarna hitam. Mulai dari bulu, paruh, kaki, jengger dan darahnya semuanya gelap. Bahkan nan kwalitasnya paling unggul, rona tulangnya dan kotorannya juga hitam.
Ulasan ini akan membahas mengenai sejarahnya, peluang jika membuka bisnis dengan ayam ini sekaligus teknik apa nan bisa dikembangkan dalam beternak ayam serba hitam ini. Semoga memberikan banyak kegunaan bagi para pembaca sekaligus bisa memberikan dorongan berbisnis. Utamanya berbisnis dengan peluang nan ada seperti kondisi saat ini.


Sejarah Ayam Cemani Mengetahui sejarah ayam ini tentu akan semakin manambah wawasan kita tentang global hewan yaitu ayam. Jangan merasa heran jika ayam ini memiliki sejarah tersendiri. Sejarah ayam ini menjadi dasar kita mengenalnya hingga kini dan seterusnya. Ada beberapa versi tentang sejarah ayam cemani. Namun nan niscaya asalnya dari daerah Kedu Jawa Tengah. Namanya mulai sering disebut ketika muncul dalam suatu acara lomba satwa di kota Semarang pada tahun 1926.
Pemilik ayam, Tjokromiharjo ialah seorang lurah di sebuah desa di Magelang. Pada waktu itu Magelang termasuk bagian dari Karesidenan Kedu. Oleh panitia lomba ayam itu diberi nama ayam kalikuto, sinkron dengan nama desa dimana Tjokromiharjo menjadi lurah. Namun Tjokromiharjo lebih suka memberinya dengan sebutan ayam kedu.
Dalam perkembangannya, ayam kedu terus berkembang biak. Tapi beberapa diantara keturunannya tak memiliki rona nan hitam legam lagi, lebih varian. Selanjutnya nan masih mempunyai rona nan sama dengan induknya disebut dengan ayam cemani. Demikianlah ulasan mengenai sejarah ayam ini. Semoga mendorong kita buat lebih mengetahui sejarah hewan lainnya.
Kebanyakan orang memelihara ayam cemani hanya buat koleksi saja. Bukan buat peternakan nan diambil dagingnya. Meskipun rasa dagingnya sama, namun banyak nan tak suka makan daging ayam nan berwarna hitam. Wajar saja itu terjadi, sebab koleksi ayam ini jauh lebih menarik perhatian orang nan melihatnya.
Memang bagusnya ayam cemani dijadikan hiasan atau koleksi saja. Warnanya terkesan angker dan magis. Terutama nan berjenis kelamin jantan. Suaranya lebih nyaring dibanding dengan ayam biasa ketika sedang berkokok. Menimbulkan suasana kegagahan dan kewibawaan. Itulah alasannya ayam ini jadi koleksi.
Untuk masalah harga, ayam cemani nan biasa harganya berkisar 750 ribu. Sedangkan nan masih muda dapat dijual dengan nilai 500 ribu. Yang kwalitas unggul atau prima, harganya dapat mencapai puluhan juta. Apalagi bila sukses menjadi kampiun dalam suatu kontes atau perlombaan. Harganya dapat menjulang menjadi puluhan bahkan ratusan juta.
Karena tingginya taraf permintaan, maka tak mengherankan bila banyak nan memanfaatkan kenyataan ini sebagai peluang usaha baru. Terutama bagi masyarakat daerah Kedu sendiri. Mereka mulai mengembangkan usaha peternakan ayam cemani dengan lebih serius, tak sekadar usaha sampingan saja. Bila terus ditekuni, usaha ternak ini diyakini akan menghasilkan laba nan tinggi pula.
Adanya peluang usaha nan kemudian diiringi ketekunan, tentu saja akan menjadikan usaha tersebut terus berkembang. Jangan risi dengan taraf ketertarikan masyarakat dalam menghadapi peluang usaha baru seperti di global hewan satu ini. Meski kadang awalnya belum sinkron target, tapi ketekunan dan ketelatenan akan membuahkan hasil nantinya.
Jangan lamban menghadapi peluang usaha apapun itu jenisnya. Silakan berkreasi dan percaya diri buat terus meningkatkan potensi. Secara bertahap kesuksesan usaha akan tercapai jika memanfaatkan peluang bisnis sekalipun dengan ayam, laba nan didapatkan juga besar dan menjanjikan buat ke depannya. Selamat berkreasi dalam mengamati peluang usaha!


Teknik Beternak Ayam Cemani Beternak ayam cemani sebenarnya tak jauh berbeda dengan beternak ayam biasa. Peternak tak perlu menggunakan teknologi nan terlalu modern. Ayam jenis ini malah lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Meski terlihat mudah, jangan mengesampingkan anggaran nan sebaiknya dilakukan buat beternak ayam ini. Jika dilakukan dengan maksimal, maka ayam akan mampu berkembang biak sinkron asa pemiliknya.
Pakan primer nan diperlukan juga cukup mudah didapatkan. Peternak dapat menggunakan sisa-sisa hasil pertanian seperti dedak padi, jagung giling, menir, gabah dan sebagainya. Yang perlu diperhatikan ialah pengetahuan nilai gizi dari makanan tersebut serta harus disesuaikan dengan umur dari ayam cemani nan diternak.
Pakan ayam termasuk sumber energi sekaligus nutrisi bagi tubuh ayam. Jika pakannya sehat, maka ayam pun juga akan sehat serta mampu buat berkembang biak maksimal. Pakan akan mempengaruhi proses kehidupannya sebab di dalam pakan terdapat beberapa zat nan dibutuhkan oleh ayam buat hayati dan berkembang biaknya. Pakannya bisa ditanyakan kepada orang nan berpengalaman beternak jika itu dibutuhkan sekali. Jangan malu bertanya agar ternak ayam Anda berhasil dan sinkron sasaran ternak nan direncanakan.
Sedangkan, buat loka pemeliharaan dapat menggunakan kandang berlantai dawai atau memakai bambu. Dapat juga di lantai tanah biasa atau lantai semen nan diberi serbuk gergaji secukupnya. Ukurannya disesuaikan dengan besar dan jumlah ayam nan dipelihara. Untuk ayam cemani ukuran dewasa, setiap satu meter persegi maksimal empat ekor saja.
Yang perlu diperhatikan, kandang ayam tak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Ventilasinya juga harus cukup buat keluar masuk udara, sehingga ayam cemani dapat terus bernafas dengan lega. Selain itu kebersihan kandang juga harus selalu dijaga, agar tak menimbulkan penyakit.
Meski sistem pemeliharaannya masih menggunakan pola tradisional, namun bila manajemennya menggunakan sistem agribisnis secara utuh dan modern, dipastikan akan mendatangkan laba nan maksimal. Itulah pentingnya mengetahui teknik beternak ayam ini. Silakan mempraktekkannya jika hendak mengetahui hasilnya.
Kebersihan serta kesehatan kandang nan menjadi loka hidupnya, memiliki posisi nan tak kalah pentingnya dengan pakan. Jadi, beberapa teknik di atas termasuk teknik beternak ayam jenis ini nan saling berpengaruh satu sama lain. Tentu saja tak dibolehkan beternak ayam tapi tak mau merawat serta memliharanya.
Ayam juga termasuk makhluk nan memiliki hak buat hayati dengan baik. Terlebih lagi seorang peternak nan mengetahui hasil dari ternaknya akan mempengaruhi kehidupannya. Kebutuhan hayati nan semakin majemuk menjadi seseorang pandai membaca peluang sekaligus menjaga peluang dengan baik. Seperti halnya peluang usaha ayam dengan informasi teknik beternak ayam ini.
Keduanya saling berpengaruh dan tak terpisah begitu saja. Jika ingin mendapatkan hasil maksimal, maka teknik beternak ayam ini tak boleh asal-asalan. Teknik beternak harus sahih dan jika membutuhkan buat diskusi maupun bertanya, maka silakan melakukannya bersama dengan orang nan ahli. Jangan menjadikan peluang usaha terhambat bahkan tertutup hanya sebab teknik memeliharanya salah hingga ayam tak mampu hayati nyaman.
Ayam jenis ini harganya memang sangat menguntungkan pemiliknya, jadi tekniknya dalam memelihara harus diperhatikan serta dilakukan semaksimal mungkin. Ayam juga makhluk hayati meski hanya bertubuh kecil. Tapi jangan lupakan peluang usahanya jika memang Anda berkeinginan membuka usaha

Rabu, 02 Desember 2015

Ternak Ayam Kate/Serama

Ayam kate atau ayam serama adalah termasuk tipe ayam yang dipelihara sebagai hewan hias di rumah. Ayam ini memiliki keunikan yang sangat berbeda dengan yang ayam lain, yakni ukurannya yang mini dan kecil. Karena ukurannya yang mini dan keunikannya inilah harga ayam serama yang ada di pasaran mencapai ratusan ribu atau hingga sampai jutaan rupiah. Apalagi bila warna dan fisik ayam yang bagus dan sehat, harganya bisa menjadi mahal karna keunikanya . Jika di nilai dari harga dan biaya perawatannya sangatlah jauh selisihnya. Biaya perawatannya tidak sampai sepertiga harganyaayamnya. Selain itu juga pemeliharaannya sangatlah mudah sama dengat merawat ayam biasa. Nah, jika Anda tertarik ingin menekuni budidaya ayam kate/serama, silahkan ikuti cara pembudidayaan dalam berikut ini



Pemilihan Indukan.

Hal pertama  kali saat kita  memutuskan untuk beternak ayam kate/serama adalah memilih indukan unggul. Caranya cukup mudah, pilih saja pejantan yang berpostur tegak, aktif, lincah, berjengger merah terang, berjalu dan berbulu indah, serta tidak terserang penyakit. Sedangkan untuk betina bisa dipilih yang berpostur sintal/bulat montok, sering bertelur banyak, tenang, fisiknya sempurna, berbulu indah, serta yang pasti tidak terserang penyakit. Indukan sebaiknya dipilih yang sudah berumur diatas satu tahun sejak menetas.

Perkandangan

Kandang yang digunakan untuk memelihara ayam kate yang baik adalah kandang umbaran atau kandang bebas tanpa atap dengan pagar tinggi yang mengelilingi areal kandang. Pagar bisa dibuat dari jaring atau pagar bambu dengan ketinggian 1,5-2 meter. Sesuaikan luas kandang dengan jumlah ayam yang dipelihara. Letakkan juga tempat berteduh dan seligus sebagai rumah bagi ayam kate. Jika ingin diberikan tempat bertengger juga bisa ditambahkan panggung atau palan kayu di areal kandang.

Pemeliharaan & Pakan

Pemeliharaan yang dilakukan cukup sebatas mengontrol kesehatan dan melakukan embersihan kandang saja. Selanjutnya jangan lupa berikan pakan berupa bekatul, jagung, dan biji-bijian seperti beras merah, ketan, atau gabah. Jika ingin menambahkan konsentrat akan lebih baik. Sediakan juga tempat air minum yang bersih untuk minum

Selasa, 01 Desember 2015

Ternak Siam Bangkok

Ternak ayam siam bangkok adalah salah satu peluang usaha yang saat ini banyak di jalani oleh banyak kalangan masyarakat terutama penghobi ayam siam ini .Pada saat ini ayam bangkok termasuk ayam yang memiliki penghobi yang cukup banyak selain itu ayam bangkok juga sudah sangat familiar di kalangan masyarakat umum.
Ayam bangkok adalah salah satu jenis ayam petarung yang memiliki jiwa pertarung yang begitu tinggi karna kenapa? karna pada saat ayam ini bertarung mereka para ayam yang sedang bertarung akan saling membunuh hingga lawannya mati atau lari.

Ayam bangkok berasal dari bangkok maka dari itu ayam ini di berikan nama dengan ayam bangkok karna menurut sejarah ayam bangkok, ayam ini di temukan pertama kali oleh orang thailand dan sejak itu nama ayam ini di berikan sedemikian rupa .


Untuk berternak ayam bangkok ini sebelumnya kita jarus tau bagaimana ciri  ayam bangkok yang baik untuk di budidayakan/di ternakan.untuk itu berikut ciri ciri yam bangkok yang baik untuk di ternakan
1.JANTAN
  • Ukuran tubuh ayam besar dan terlihat tegap berdiri hampir sekitar 90 derajat dan bagian dada terlihat gagah seperti gambar di atas
  • Warna bulu pada yam harus memiliki kesegaran dan kecerahan apabila di pandang.
  • Mata terlihat cerah dan baik
  • Leher panjang
  • Jengger  berbentuk roes dan Pial pendek dan berwarna merah
  • Paruh panjang dan tebal berwarna kuning cerah
  • Kaki terlihat bulat, kering, dan sisik rapih berwarna kuning yang memiliki kecderahan yang sam dengan paru.
  • Bobot dewasa pejantan 3 hingga 4 Kg untuk pejantan

2.BETINA.
  • Ukuran tubuh lebih kecil di bandingkan pejantan dan  tidak terlihat tegap berdiri hampir sekitar 70-80 derajat dan bagian dada terlihat besar
  • Warna bulu cerah dan memiliki corak yang menarik 
  • Mata terlihat cerah
  • Leherlebih pendek di bandingkan pejantan
  • Paruh cukup panjang dan tebal berwarna kuning
  • Kaki terlihat bulat dan cerah dan tidak memiliki kecacatan
  • Bobot dewasa betina  2,5 hingga 3 Kg
Setelah kita mengetahiu ciri ayam yang baik untuk di ternakan kita tinggalk hanya menunggu ayam untuk kawin dengan sendirinya dan dalam sistem kawin biasanya para perternak menggunaka sistem perbandingan dengan bandingan 1:3 yaitu 1 pejantan dan 3 betina hal ini banyak di lakukan oleh para perternak ayam siam bangkok.

Kemudian apabila ayam yang kita ternakan sudah kawin sudah pasti akan terjadi yang nama perteluran yang di alami sang betina ,untuk itu sebelum ayam betina bertelur pastikan kita sudah siapkan tempat telur ayam atau tempat pengeraman telur ayam.

Setelah kita menyiapkan tempat untuk perteluran kita tinggal hanya menunggu untuk telur menetas hingga waktu yang di tentukan.


.