Ayam hutan merupakan unggas pesisir dan lembah-lembah yang hidup bergerombol di tepian hutan. Di siang hari, ayam ini biasa berkeliaran di rerumputan yang berbatu-batu, bersemak atau pepohonan perdu dan tidak jarang berkeliaran di dekat perkampungan terutama di persawahan atau ladang, di antara rumpun-rumpun bambu serta di antara semak-semak belukar. Setelah matahari terbenam ayam ini tidur sambil bertengger di atas dahan pepohonan. Walupun lebih menyukai iklim yang panas dan kering, namun kadang-kadang dapat ditemukan juga di tepi hutan pegunungan sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut.
Secara umum kehidupan sosial ayam hutan hijau terbagi menjadi dua tipe, yaitu golongan soliter dan golongan yang membentuk kelompok. Golongan yang membentuk kelompok umumnya terdiri dari dua sampai sepuluh individu berbeda dengan ayam hutan lainnya bersifat monogamy.
Musim bertelur ayam hutan sangat beragam, namun biasanya telur banyak ditemukan pada bulan Juni sampai Nopember . Telur yang dihasilkan tiap satu periode 6 - 12 butir yang diletakkan pada sarang terdiri dari ranting, daun-daun dan rerumputan yang disusun di atas tanah di bawah semaksemak atau pohon yang tidak terlalu tinggi. Makanan ayam hutan hijau adalah biji -bijian, rumput-rumputan, serangga, binatang kecil lainnya layaknya seperti ayam lainnya. Aktivitas makan ayam dilakukan pada pagi hari sampai pukul 07.30 dan sore hari sekitar pukul 15.30 sampai menjelang matahari terbenam.
Untuk melihat perbedaan dari ayam ini kita bisa melihat dari ukuran maupun warna pada bulu ayam ini.Ayam jantan mempunyai bulu badan berwarna dasar hitam dengan diselimuti bulu-bulu berwarna hijau mengkilap seperti sisik pada sayap dan berujung merah kekuning-kuningan bergaris hitam pada daerah punggung. Bulu leher bulatbulat kecil, berujung tumpul dan pendek, warnanya kekuning-kuningan bersisik hijau mengkilap. Jengger besar, bundar tak bergerigi, berwarna pelangi. Pial tunggal terletak di antara kedua tulang rahang, berukuran besar dan berwarna pelangi. Cuping telinga berukuran kecil, warnanya pelangi juga. Bulu ekor sebanyak 16 helai berwarna hitam mengkilap. Kaki kecil dan kuat, bersisik kecilkecil teratur rapat, warnanya coklat tua. Ayam betina mempunyai bulu dada dan bulu badan bagian bawah berwarna coklat pucat. Bulu pada sayap, punggung dan ekor warnanya coklat tua berujung kuning dan bergaris-garis hitam. Bulu ekor meruncing pada ujungnya. Jengger ukurannya kecil, warnanya merah pucat dengan gerigi kecil-kecil. Memiliki pial sepasang berukuran kecil berwarna merah segar. Kaki berwarna coklat pucat sedikit kehijau-hijauan, sisik-sisik halus dan rapat. Telur berukuran kecil, warnanya putih kekuning-kuningan.
Untuk kedepannya ayam hutan akan menjadi ayam yang memiliki harga yang cukup fantastis karna apa ,karna hewan ini sudah susah untuk di temui di hutan selain itu populasi hewan ini semakin sedikit maka dari itu dalam artikel ini saya akam mengajak pembaca artikel ini untuk membudidayakan ayam hutan .
Ayam hutan sebenarnya mudah untuk di kembangkan akan tetapi hewan ini yang susah untuk di kembangkan karna hewan ini lebih baik hidup liar di bandingkan dengan hidup di kurung di kandang,untuk berternak hewan ini hal yang paling utama yang terdapat pada peternak adalah ketelatenan karna saat berternak hewan ini sungguh membuat perternaknya kualahan.berikut cara berternak ayam hutan.
Hal pertama yang perlu di lakukan dalam berternak ayam ini adalah .
1.Tempat Atau Kandang.
Dalam membudidayakan hewan ini di perlukan tempat karna kita ingin bertujuan untuk mengembangbiakanya selain itu utuk mengembang biakanya di butuhkan tepat untuk bertelur ataupun tempat untuk kawin ayam atau tempat pembesaran anak ayam hutan.
2.Bibit Ayam.
Dalam pemilihan bibit ayam hutan yang baik unutk di kembangkan saya memiliki ciri sebagai berikut
JANTAN
- Tubuh lebih besar di bandingkan dengan tubuh betina
- Warna pada pejantan biasanya lebih mencolok cerah dengan kesehatan yang di miliki ayam jantan
- Ayam jantan tidak boleh memiliki kecacatan sedikitpun pada organ tubuh ayam
- Ukuran pada betina biasanya lebih kecil di bandingkan dengan pejantan.
- Warna pada bulu betina lebih kusam di bandingkan dengan warna jantan.
- Ayam betina tidak boleh memiliki kecacatan sedikitpun pada organ tubuh ayam.
Untuk perwatan ayam ini tidak terlalu sulit sama halnya dengan jenis ayam yang lain tidak terlalu susah akan tetapi tetap memiliki perbedaan yaitu perawatanya lebih intensif di bandingkan dengan perawatan ayam lainya.Karna ayam ini rentan mati apabila tidak di rawat dengan serius ,seperti menjaga pola makan dengan memberikan makanan yang baik untuk ayam ini contoh yaitu jagung dan biji-biji lainya.
Sekian tips dari saya untuk perawatan atau informasi tentang ayam hutan .saya harap siapa saja yang membaca blog ini mampu untuk membudidayakan hewan ini dengan baik dan tidak ada kesalahan sedikitpun unutk membudidayakanya.Selain itu untuk para pembudidaya hewan ayam ini berarti sudah membantu indonesian unutk menjaga kelestarian hewan ini yang hampir puna .






